Tim Dosen Prodi Tadris Biologi Sukses Melaksanakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan Tema ” SOSIALISASI PROGRAM SEKOLAH HIJAU: Integrasi Botani, Ekologi, dan Konservasi Genetik Tumbuhan Berbasis Edukasi dan Praktik Lapangan”.

Medan, 26 Februari 2026 – Tim Dosen Program Studi Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara berkolaborasi dengan mahasiswa melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di SMA Swasta Budisatrya Medan dengan mengusung tema “Sosialisasi Program Sekolah Hijau: Integrasi Botani, Ekologi, dan Konservasi Genetik Tumbuhan Berbasis Edukasi dan Praktik Lapangan.” Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi SMA Swasta Budisatrya Medan dan turut didampingi oleh para guru. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusias sejak awal hingga akhir acara.

Kegiatan Pembukaan dan Penyerahan Plakat

Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi dan sambutan dari Kepala SMA Swasta Budisatrya Medan, Ibu Henny Afriani yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim dosen dan mahasiswa Prodi Tadris Biologi FITK UINSU Medan. Dalam sambutannya, beliau berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran peduli dan cinta lingkungan di kalangan siswa.

“Program sosialisasi seperti ini sangat kami butuhkan untuk membangun kepedulian lingkungan sejak dini. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut dalam bentuk kegiatan-kegiatan edukatif lainnya,” ujar Kepala Sekolah.

Selanjutnya dilakukan penyerahan plakat dari Program Studi Tadris Biologi yang diwakili oleh Muhammad Faisal, S.Si., S.Pd., M.Pd sebagai simbol sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung pendidikan berkelanjutan.

Pemaparan Materi: Memahami Konsep Sekolah Hijau

Memasuki sesi inti, narasumber memaparkan materi mengenai konsep Sekolah Hijau. Materi yang disampaikan meliputi pengertian sekolah hijau, langkah-langkah membangun sekolah yang ramah lingkungan, manfaat ekologis dan edukatif dari program tersebut, hingga pentingnya peran siswa dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Dijelaskan bahwa sekolah hijau bukan sekadar memperbanyak tanaman di lingkungan sekolah, tetapi merupakan integrasi pembelajaran botani, ekologi, dan konservasi genetik tumbuhan dalam kegiatan nyata. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik lapangan seperti penanaman, perawatan tanaman, serta pengelolaan lingkungan sekolah secara berkelanjutan. Narasumber juga menyampaikan,
“Sekolah hijau adalah investasi jangka panjang. Ketika siswa terbiasa peduli pada lingkungan sejak bangku sekolah, maka mereka akan tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan bumi.”

Ice Breaking dan Diskusi Interaktif

Agar suasana sosialisasi tetap segar dan penuh semangat, mahasiswa Tadris Biologi turut menyelingi kegiatan dengan sesi ice breaking. Kegiatan ini berhasil mencairkan suasana dan membuat siswa semakin aktif terlibat dalam sesi berikutnya.

Pada sesi diskusi, para siswa tampak sangat antusias. Beragam pertanyaan diajukan, mulai dari cara memulai program sekolah hijau dengan fasilitas terbatas, jenis tanaman yang cocok ditanam di lingkungan sekolah, hingga bagaimana menjaga konsistensi program agar tidak berhenti di tengah jalan.

“Tanaman apa yang paling cocok ditanam di lingkungan sekolah yang panas seperti di Kota Medan?”,Apakah sekolah hijau harus memiliki lahan yang luas untuk bisa diterapkan? tanya salah satu siswa pada saat sesi diskusi berlangsung.

Interaksi yang dinamis antara narasumber dan peserta menunjukkan tingginya minat siswa terhadap isu lingkungan dan konservasi.

Komitmen Bersama untuk Lingkungan Berkelanjutan

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini menjadi wujud nyata kontribusi dosen dan mahasiswa Tadris Biologi FITK UINSU Medan dalam mendukung pendidikan lingkungan di tingkat sekolah menengah. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir kesadaran kolektif untuk menjadikan sekolah sebagai ruang belajar yang hijau, sehat, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yaitu SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan juga berkontribusi signifikan terhadap SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 15 (Ekosistem Daratan). Artinya, program sekolah hijau tidak hanya berdampak pada aspek pendidikan, tetapi juga pada pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan secara lebih luas.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan SMA Swasta Budisatrya Medan dapat mulai menginisiasi langkah-langkah konkret menuju implementasi program sekolah hijau, sekaligus menjadi contoh bagi sekolah lain dalam membangun budaya peduli lingkungan