Medan, 6 Maret 2026. Program Studi Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara kembali berinovasi dengan berbagai macam kegiatan akademik. Salah satu kegiatan Prodi edisi Ramadhan adalah kegiatan kuliah keislaman yang diberi nama HELIX (Halaqah Edukasi Literasi Islam dan Akhlak). Kegiatan perdana HELIX telah sukses dilaksanakan dengan mengusung tema “Puasa dalam Perspektif Islam dan Sains.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 6 Maret 2026 secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh mahasiswa Tadris Biologi.
Kegiatan ini menghadirkan Dr. Zulfiana Herni, M.A. sebagai narasumber, dengan Tarwiyani, M.Pd. bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi. Sejak awal hingga akhir kegiatan, suasana berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme dari para mahasiswa yang mengikuti halaqah tersebut.
Dalam pemaparannya, Dr. Zulfiana Herni menjelaskan bahwa kewajiban berpuasa telah ditegaskan dalam Al-Qur’an, khususnya dalam QS. Al-Baqarah ayat 183 yang memerintahkan orang-orang beriman untuk berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya. Selain itu, beliau juga memaparkan bagaimana praktik puasa pada masa Nabi Muhammad SAW, serta hikmah yang terkandung di dalamnya.

Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai puasa dalam perspektif medis dan sains, yang menunjukkan bahwa praktik puasa tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh. Narasumber juga menguraikan jenis-jenis puasa menurut Imam Al-Ghazali, serta berbagai manfaat puasa berdasarkan hasil penelitian ilmiah, seperti membantu proses detoksifikasi tubuh, meningkatkan kontrol diri, serta memberikan keseimbangan bagi kesehatan fisik dan mental.
Dalam salah satu pemaparannya, Dr. Zulfiana Herni menyampaikan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi sarana pembinaan diri secara menyeluruh.
“Puasa mengajarkan manusia untuk mengendalikan diri, membersihkan hati, serta menumbuhkan empati kepada sesama. Dalam perspektif Islam maupun sains, puasa memberikan manfaat yang sangat luas, baik secara spiritual maupun kesehatan,” ujar beliau.
Sesi diskusi menjadi salah satu bagian yang paling menarik dalam kegiatan ini. Para mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan. Beberapa di antaranya terkait dengan hukum puasa bagi orang yang tidak melaksanakan sholat, apakah puasa batal ketika keluar darah dari tubuh, bagaimana hukum mengganti puasa yang tertinggal, bagaimana puasa dapat menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama, hingga bagaimana menyikapi kebiasaan berlebih-lebihan dalam membeli menu berbuka puasa.

Beragam pertanyaan tersebut menunjukkan tingginya minat mahasiswa dalam memahami ibadah puasa tidak hanya dari sisi fiqih, tetapi juga dari perspektif sosial dan ilmiah.
Melalui kegiatan HELIX ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami konsep puasa secara tekstual, tetapi juga mampu melihat nilai-nilai hikmah yang terkandung di dalamnya. Kegiatan ini juga menjadi wadah penguatan literasi keislaman bagi mahasiswa serta menumbuhkan kesadaran untuk mengamalkan ajaran Islam secara lebih mendalam dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, kegiatan ini memberikan manfaat bagi mahasiswa dalam memperluas wawasan mengenai keterkaitan antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan, sekaligus menumbuhkan karakter spiritual, kepedulian sosial, dan kedisiplinan diri selama menjalankan ibadah puasa, khususnya di bulan Ramadan.
Kegiatan HELIX ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, moderator, dan seluruh peserta melalui layar Zoom sebagai bentuk dokumentasi sekaligus kenang-kenangan atas terselenggaranya kegiatan yang berjalan dengan lancar dan penuh manfaat tersebut.

