Kegiatan HELIX (Halaqah Edukasi Literasi Islam dan Akhlak) Hari Kedua Membahas Tema “Manusia dalam Kesadaran Spiritual: Membentuk Karakter yang Berakhlak Mulia”.

Medan, 10 Maret 2026. Program Studi Tadris Biologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sumatera Utara Medan kembali menyelenggarakan kegiatan HELIX (Halaqah Edukasi Literasi Islam dan Akhlak) pada Rabu, 10 Maret 2026 pukul 11.00 WIB melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini mengusung tema “Manusia dalam Kesadaran Spiritual: Membentuk Karakter yang Berakhlak Mulia” dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Tadris Biologi.

Kegiatan HELIX menghadirkan narasumber Dr. Muhammad Rapono, M.Pd.I dengan Muhammad Faisal, S.Si., S.Pd., M.Pd. sebagai moderator. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan pentingnya kesadaran spiritual dalam kehidupan manusia sebagai landasan dalam membentuk karakter yang berakhlak mulia. Materi disampaikan secara edukatif, sistematis, dan menarik sehingga mampu memberikan pemahaman yang mendalam kepada para peserta mengenai hubungan antara spiritualitas, nilai-nilai keislaman, dan pembentukan karakter.

Dalam sesi penyampaian materi, Dr. Muhammad Rapono menekankan bahwa kesadaran spiritual tidak hanya berkaitan dengan ibadah ritual semata, tetapi juga tercermin dalam sikap, perilaku, serta tanggung jawab moral dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menumbuhkan kesadaran spiritual yang kuat, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan karakter yang berakhlak mulia serta memiliki integritas dalam kehidupan akademik maupun sosial.

“Kesadaran spiritual merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter manusia yang berakhlak mulia. Ketika seseorang memiliki kesadaran spiritual yang kuat, maka sikap, perilaku, dan cara berpikirnya akan selalu diarahkan pada nilai-nilai kebaikan.” Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk unggul dalam bidang akademik, tetapi juga perlu menumbuhkan karakter dan akhlak yang baik. Integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai spiritual akan melahirkan generasi yang cerdas sekaligus berintegritas.” ungkap Dr. Muhammad Rapono.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi diskusi antara narasumber dan peserta. Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait cara membangun kesadaran spiritual di tengah tantangan kehidupan modern serta bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai akhlak dalam aktivitas perkuliahan dan kehidupan sehari-hari. Berikut ini contoh pertanyaan dari mahasiswa saat sesi diskusi berlangsung.

“Bagaimana cara menjaga keseimbangan antara pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya sains, dengan penguatan nilai-nilai spiritual dalam diri?” “Di era digital saat ini, banyak pengaruh negatif dari media sosial. Bagaimana cara mahasiswa tetap menjaga karakter dan akhlak yang baik?”

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan e-sertifikat oleh pihak Program Studi Tadris Biologi kepada narasumber. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai dokumentasi kegiatan.

Melalui kegiatan HELIX ini, Program Studi Tadris Biologi FITK UIN Sumatera Utara berharap dapat terus memperkuat literasi keislaman dan pembinaan akhlak mahasiswa, sehingga mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter spiritual dan moral yang baik.

Selain itu, pelaksanaan kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui penguatan nilai-nilai etika, pertumbuhan spiritual, serta pembentukan generasi muda yang berkarakter, bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *