Kuliah Tamu Praktisi Etnobiologi dengan Tema “Etnobotani Karo:Kajian Tumbuhan Obat Lokal Sumatera Utara” Sukses Dilaksanakan

Medan, 5 Juni 2026. Program Studi Tadris Biologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sumatera Utara Medan, sukses menyelenggarakan Kuliah Tamu Praktisi pada mata kuliah Etnobiologi pada 5 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli, Dr. Abdul Rasyid Fakhrun Gani, M.Pd, yang saat ini berkiprah sebagai Peneliti Pasca-Doktoral di Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Mengusung tema “Etnobotani Karo: Kajian Tumbuhan Obat Lokal di Sumatera Utara”, kuliah tamu ini memberikan wawasan mendalam mengenai pemanfaatan tanaman obat oleh masyarakat Karo sebagai bagian dari kekayaan pengetahuan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Kegiatan berlangsung secara interaktif dan diikuti dengan antusias oleh mahasiswa Tadris Biologi yang sedang menempuh mata kuliah Etnobiologi.

Dalam pemaparannya, Dr. Abdul Rasyid Fakhrun Gani menjelaskan bahwa etnobotani tidak hanya mempelajari hubungan antara manusia dan tumbuhan, tetapi juga berperan penting dalam mendokumentasikan serta melestarikan kearifan lokal yang berpotensi memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan modern.

“Pengetahuan tradisional masyarakat tentang tanaman obat merupakan aset budaya dan ilmiah yang sangat berharga. Melalui penelitian etnobotani, kita dapat mendokumentasikan pengetahuan tersebut sekaligus mengkaji potensi ilmiahnya untuk mendukung pengembangan kesehatan dan konservasi keanekaragaman hayati,” jelas Dr. Abdul Rasyid Fakhrun Gani, M.Pd.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa diajak untuk mengeksplorasi berbagai jenis tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat Karo serta memahami bagaimana pengetahuan tersebut diwariskan dari generasi ke generasi. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya penelitian etnobiologi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya hayati dan melestarikan identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Ketua Program Studi Tadris Biologi menyampaikan bahwa kuliah tamu ini merupakan bagian dari upaya program studi untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui interaksi langsung dengan praktisi dan peneliti yang memiliki kompetensi di bidangnya.

“Kami berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Kehadiran praktisi dari BRIN memberikan perspektif baru bagi mahasiswa mengenai bagaimana teori yang dipelajari di kelas dapat diterapkan dalam penelitian dan pemecahan masalah nyata di lapangan,” ujarnya.

Diskusi yang berlangsung dalam sesi tanya jawab menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap kajian etnobiologi, khususnya terkait penelitian etnomedisin dan pemanfaatan tanaman obat tradisional. Mahasiswa didorong untuk melihat kearifan lokal sebagai sumber pengetahuan yang memiliki nilai ilmiah dan berpotensi untuk dikembangkan melalui penelitian lebih lanjut.

Salah seorang mahasiswa peserta kuliah tamu mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan inspirasi untuk melakukan penelitian yang mengangkat potensi sumber daya lokal.

“Kuliah ini membuka wawasan kami bahwa banyak pengetahuan masyarakat lokal yang belum terdokumentasi secara ilmiah. Kami menjadi lebih tertarik untuk melakukan penelitian etnomedisin dan mengkaji manfaat tanaman obat yang ada di daerah kami,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memahami pentingnya menjaga warisan budaya dan keanekaragaman hayati sebagai bagian dari identitas bangsa. Kuliah tamu tersebut sekaligus menjadi wadah untuk menumbuhkan kesadaran bahwa pengetahuan indigenous dapat berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan dan inovasi ilmiah.

Penyelenggaraan Kuliah Tamu Praktisi Etnobiologi ini mencerminkan komitmen Program Studi Tadris Biologi FTK UIN Sumatera Utara Medan dalam menghubungkan pembelajaran akademik dengan penelitian dan praktik dunia nyata. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek Pendidikan Berkualitas (SDG 4), Kehidupan Sehat dan Sejahtera (SDG 3), serta Ekosistem Daratan (SDG 15).

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Program Studi Tadris Biologi berharap mahasiswa semakin termotivasi untuk menggali, mendokumentasikan, dan mengembangkan kekayaan pengetahuan lokal Indonesia melalui penelitian yang inovatif, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pelestarian budaya dan lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *