Medan, 19 Januari 2026. Mahasiswa Program Studi Tadris Biologi FITK UIN Sumatera Utara Semester 3 kelas TBIO-3 menampilkan berbagai produk akhir kreatif pada mata kuliah Botani Cryptogamae sebagai bentuk penerapan pembelajaran berbasis praktik. Produk yang dihasilkan meliputi herbarium, ecoprint, dan pembuatan resin, yang memadukan aspek ilmiah, estetika, serta keterampilan mahasiswa.
Kegiatan ini bertujuan untuk melatih mahasiswa tidak hanya memahami konsep tumbuhan tingkat rendah seperti lumut, paku, dan alga secara teoritis, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi media pembelajaran yang inovatif dan bernilai edukatif.
Herbarium: Dokumentasi Ilmiah Tumbuhan Cryptogamae
Produk pertama berupa herbarium, yaitu koleksi spesimen tumbuhan yang diawetkan dan disusun secara sistematis. Mahasiswa mengumpulkan berbagai jenis tumbuhan cryptogamae, kemudian melalui proses pengeringan, identifikasi, dan pelabelan ilmiah. Herbarium ini berfungsi sebagai media belajar yang membantu mahasiswa mengenali ciri morfologi, klasifikasi, serta habitat tumbuhan secara langsung. Selain itu, hasil herbarium juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar di sekolah nantinya.

Ecoprint: Seni dari Pola Alami Tumbuhan
Produk kedua adalah ecoprint, teknik mencetak pola daun, bunga dan bagian tumbuhan lainnya pada kain atau kertas menggunakan pigmen alami. Mahasiswa memanfaatkan bentuk, warna, dan tekstur tumbuhan cryptogamae untuk menghasilkan motif unik dan ramah lingkungan. Melalui ecoprint, mahasiswa tidak hanya belajar tentang struktur tumbuhan, tetapi juga mengembangkan kreativitas serta kesadaran akan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Silahkan tonton video di bawah ini untuk melihat proses pembuatan totebag, salah satu contoh dari hasil ecoprint mahasiswa.
Resin: Pengawetan Estetis Bernilai Edukatif
Produk ketiga berupa pembuatan resin, yaitu teknik mengawetkan spesimen tumbuhan ke dalam bahan bening sehingga tampil menarik dan tahan lama. Tumbuhan cryptogamae dimasukkan ke dalam resin untuk dijadikan media display, gantungan kunci, atau alat peraga. Resin memungkinkan mahasiswa menampilkan detail struktur tumbuhan secara visual dan praktis, sehingga cocok digunakan sebagai media pembelajaran biologi yang inovatif. Berikut beberapa produk resin hasil karya mahasiswa.

Silahkan tonton video berikut ini untuk melihat proses pembuatan resin yang telah dilakukan oleh mahasiswa Tadris Biologi.
Dosen pengampu mata kuliah Botani Cryptogamae, Dr.Rahmadina, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk mengasah keterampilan mahasiswa.
“Produk akhir ini melatih mahasiswa tidak hanya memahami materi botani secara teori, tetapi juga mengemasnya menjadi media pembelajaran yang kreatif, aplikatif, dan bermanfaat bagi dunia pendidikan,” ujarnya.
Salah satu mahasiswa TBIO-3, Muhammad Fahmi juga mengungkapkan antusiasmenya.
“Melalui pembuatan herbarium, ecoprint, dan resin, kami jadi lebih memahami karakter tumbuhan cryptogamae. Kegiatannya menantang, tapi sangat seru karena kami bisa belajar sekaligus berkarya,” tuturnya.
Melalui produk akhir ini, mahasiswa Tadris Biologi Semester 3 tidak hanya meningkatkan pemahaman akademik, tetapi juga mengembangkan kreativitas, ketelitian, dan inovasi dalam menyusun media pembelajaran. Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak calon pendidik biologi yang profesional, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan pendidikan.
