Mahasiswa Tadris Biologi FITK UIN Sumatera Utara Menjadi Relawan Banjir Bandang Aceh Tamiang; Aksi Kemanusiaan dan Dukung Pencapaian SDGs

Minggu, 14 Desember 2025. Kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Program Studi Tadris Biologi (TBIO) FITK UIN Sumatera Utara melalui keterlibatan langsung dalam aksi kemanusiaan bagi korban bencana alam. Sejumlah mahasiswa Prodi Tadris Biologi (perwakilan dari HMJ /Himpunan Mahasiswa Jurusan) menjadi relawan dalam kegiatan penyaluran bantuan kepada warga terdampak banjir bandang di Desa Kota Lintang Bawah, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan ini difokuskan pada penyaluran bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Bantuan yang diserahkan meliputi pakaian layak pakai, alas tidur, sembako, perlengkapan ibadah, perlengkapan mandi, serta makanan siap saji. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga yang terdampak bencana.

Selain menyerahkan bantuan, para mahasiswa relawan juga melakukan interaksi langsung dengan masyarakat setempat untuk melihat secara langsung kondisi pascabencana. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa turut menyampaikan dukungan moral dan semangat kepada warga agar tetap tabah dan optimistis dalam menghadapi masa pemulihan.

“Kami datang untuk berbagi dan memberi dukungan kepada warga terdampak. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi kami berharap dapat meringankan beban masyarakat pascabencana.” ungkap Nazwa Hasyifa, Relawan (Mahasiswa Tadris Biologi Stambuk 2022, Perwakilan HMJ).

Kegiatan relawan bencana oleh mahasiswa Program Studi Tadris Biologi berkontribusi pada pencapaian SDGs 2 (Tanpa Kelaparan), SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penyaluran bantuan kebutuhan dasar, memberikan dukungan pemulihan kondisi kesehatan serta kolaborasi dengan masyarakat dan berbagai pihak dalam aksi kemanusiaan terhadap masyarakat terdampak bencana.

Rabu, 17 Desember 2025. Aksi Solidaritas juga dilakukan perwakilan mahasiswa Tadris Biologi yang merupakan anggota BCB UINSU. Aksi Solidaritas ini juga dilakukan di Desa Kota Lintang Bawah, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dan mahasiswi BCB UINSU yang turun langsung menyalurkan donasi kepada masyarakat terdampak banjir bandang. Niea Zahara Phonna, Mahasiswa Tadris Biologi menjadi salah satu relawan yang terlibat aktif dalam aksi kemanusiaan ini sebagai bentuk kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami hadir untuk membantu semampu kami dan memberikan semangat kepada warga. Melihat langsung kondisi di lapangan membuat kami semakin sadar pentingnya solidaritas dan empati terhadap sesama.” ungkap Niea.

Kondisi di lokasi bencana hingga kini masih sangat memprihatinkan karena belum adanya bantuan yang turun dari tim pusat. Akses jalan yang rusak parah menyebabkan aktivitas warga terhenti, sehingga masyarakat berharap adanya bantuan alat berat untuk membuka jalur agar mereka dapat kembali bekerja.gabungkan Seorang warga setempat mengungkapkan, “Kami sangat berharap bantuan segera datang, terutama untuk membuka jalan. Selama ini kami hanya mengandalkan relawan yang datang, sementara trauma akibat bencana masih kami rasakan.” Meski berada dalam situasi sulit dan penuh keterbatasan, masyarakat tetap saling menguatkan serta memohon doa agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan ketabahan dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.

Mahasiswa Tadris Biologi (TBIO) stambuk 2024 juga turut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan dengan menyalurkan sumbangan kemanusiaan melalui Posko Bencana UINSU, yang selanjutnya diserahkan oleh perwakilan UINSU untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang. Aksi ini menjadi wujud kepedulian dan solidaritas mahasiswa terhadap sesama.

Keterlibatan mahasiswa Tadris Biologi dalam kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengamalan nilai kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui aksi kemanusiaan ini, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga mengasah empati, kepekaan sosial, dan tanggung jawab sebagai calon pendidik dan agen perubahan di tengah masyarakat.

Diharapkan, kegiatan relawan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat terdampak sekaligus menumbuhkan semangat solidaritas dan kemanusiaan di kalangan mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *