Medan, 13 Januari 2026. Dalam rangka kegiatan praktik mata kuliah Dasar-dasar Hortikultura, mahasiswa Tadris Biologi semester VII TBio-3 mengikuti Pelatihan Budidaya Bonsai: Mengubah Tanaman Biasa Menjadi Karya Seni yang dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2026, pukul 09.00–11.30 WIB. Didampingi langsung oleh dosen pengampu matakuliah, Dr. Rahmadina, M.Pd. Kegiatan ini berlangsung di Sanggar Bonsai Sira Utara, yang berlokasi di Kompleks Mutiara Palace– Jl. Selamat Ketaren, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Medan Estate, Sumatera Utara. Kegiatan pelatihan ini berlangsung dengan suasana yang edukatif dan inspiratif.
Pelatihan ini memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa mengenai seni dan teknik dasar bonsai. Bonsai tidak hanya dipahami sebagai tanaman hias bernilai estetika, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai aspek, mulai dari botani, kreativitas seni, ketekunan dalam perawatan, hingga peluang kewirausahaan di bidang hortikultura.
Selama kegiatan, peserta diperkenalkan pada berbagai jenis tanaman yang berpotensi dijadikan bonsai, teknik dasar pembentukan seperti pemangkasan dan pengawatan, serta cara perawatan rutin agar bonsai dapat tumbuh sehat dan memiliki nilai artistik tinggi. Mahasiswa juga diajak untuk melihat proses bonsai sebagai sebuah karya seni yang membutuhkan kesabaran, kepekaan estetika, dan konsistensi.
“Melalui pelatihan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teknik budidaya bonsai, tetapi juga memahami nilai estetika, ketelatenan, dan kreativitas yang sangat relevan dengan pembelajaran hortikultura,” ujar Dr. Rahmadina, M.Pd.

Pelatihan ini bertujuan secara umum untuk memberikan pemahaman dasar serta keterampilan praktis tentang teknik bonsai. Secara khusus, kegiatan ini diharapkan mampu membantu mahasiswa mengenal jenis tanaman yang cocok untuk bonsai, memahami teknik pembentukan dasar, menguasai perawatan rutin, serta menumbuhkan minat terhadap seni bonsai sekaligus membuka wawasan tentang potensi wirausaha di bidang tersebut.
“Kegiatan ini membuka wawasan kami bahwa tanaman biasa dapat diolah menjadi karya seni bernilai tinggi melalui teknik dan kesabaran,” ungkap Ahmad, salah satu mahasiswa Tadris Biologi semester VII.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman praktik yang memperkaya pemahaman mereka tentang hortikultura terapan. Diharapkan, pelatihan budidaya bonsai ini dapat menjadi bekal awal bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan peluang usaha di masa depan.
“Bonsai bukan sekadar tanaman hias, tetapi hasil dari proses panjang yang memadukan ilmu, seni, dan kepekaan terhadap alam,” jelas instruktur pelatihan dari Sanggar Bonsai Sira Utara.
