Medan, 8 Januari 2026. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sumatera Utara melalui Program Studi Tadris Biologi resmi menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB). Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026, sebagai langkah konkret memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan FITK (Prof. Dr. Tien Rafida., M.Hum), Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan (Dr. Muhammad Rifaí, M. Pd), Wakil Dekan Bidang Akademik (Prof. Dr. Candra Wijaya, M.Pd), Ketua Program Studi Tadris Biologi (Kartika Manalu, M.Pd), serta perwakilan dosen Tadris Biologi (Muhammad Faisal, S.Si, S.Pd.,M.Pd). Suasana penandatanganan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi, menandai komitmen bersama untuk mengoptimalkan peran pendidikan tinggi dalam menjawab tantangan sosial dan lingkungan.
Dekan FITK UIN Sumatera Utara dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Kolaborasi ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi diharapkan mampu melahirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan,” ujarnya.
Kerja sama ini juga selaras dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Quality Education (Pendidikan Berkualitas), SDG 5 tentang Gender Equality (Kesetaraan Gender), SDG 13 tentang Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim) serta SDG 15 tentang Life on Land (Ekosistem Daratan). Melalui integrasi kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, diharapkan mahasiswa dan dosen dapat terlibat aktif dalam program-program yang berorientasi pada keberlanjutan.
Ketua Program Studi Tadris Biologi menambahkan bahwa kolaborasi dengan DLHK dan DP3AKB membuka ruang pembelajaran yang lebih kontekstual bagi mahasiswa. “Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam isu nyata di lapangan, mulai dari pelestarian lingkungan hingga penguatan peran keluarga dan perlindungan anak,” jelasnya.
Dengan terjalinnya kerja sama ini, FITK UIN Sumatera Utara optimis dapat terus memperluas jejaring kemitraan yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi institusi dalam pembangunan masyarakat yang berkeadilan, berwawasan lingkungan, dan berorientasi masa depan.
