Helix Edisi Idul Adha: Dinamika Hukum Qurban- Antara Teks Hadits dan Realitas Sosial

Medan, 26 Mei 2026. Program Studi Tadris Biologi UIN Sumatera Utara kembali menyelenggarakan kegiatan rutin HELIX (Halaqah Edukasi Literasi Islam dan Akhlak) edisi Idul Adha pada 26 Mei 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Dinamika Hukum Qurban: Antara Teks Hadits dan Realitas Sosial” sebagai upaya memperluas pemahaman mahasiswa tentang makna qurban dalam perspektif keilmuan dan kehidupan sosial masa kini.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Sri Ulfa Rahayu yang menyampaikan materi dengan pendekatan tekstual sekaligus kontekstual. Dalam pemaparannya, peserta diajak untuk memahami bahwa qurban tidak hanya sebatas ritual ibadah, tetapi juga mengandung nilai-nilai sosial yang kuat seperti kepedulian, solidaritas, dan keadilan bagi sesama.

Diskusi berlangsung aktif dan interaktif, dengan mahasiswa Tadris Biologi yang turut memberikan pandangan kritis terkait relevansi nilai-nilai qurban dalam kehidupan masyarakat modern. Kegiatan ini menjadi ruang dialog yang menghubungkan nilai keislaman dengan realitas sosial serta dunia pendidikan. Berikut beberapa pertanyaan dari peserta saat sesi diskusi.

Mengapa sohibul qurban tidak diperbolehkan untuk memotong kuku dan rambut sampai hewan qurban selesai disembelih? Apakah sohibul qurban harus memakain bin atau binti untuk namanya? Bagaimana ketentuan hukum qurban 1 ekor sapi untuk 7 orang anggota keluarga, apakah nama Ayah saja yang mewakili atau harus semuanya disebutkan?

HELIX (Halaqah Edukasi Literasi Islam dan Akhlak) ini tidak hanya berfokus pada penguatan literasi keagamaan, tetapi juga membangun kesadaran akademik dan karakter mahasiswa agar mampu berpikir reflektif dan bertanggung jawab.

Dalam penyampaiannya, Sri Ulfa Rahayu menegaskan pentingnya memahami qurban secara lebih komprehensif dalam kehidupan sosial.

“Qurban tidak hanya dipahami sebagai ritual ibadah, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial yang mengajarkan empati, solidaritas, dan tanggung jawab terhadap sesama,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan literasi keagamaan yang inklusif dan kritis, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat) dengan menumbuhkan nilai toleransi, etika, dan kewarganegaraan yang bertanggung jawab.

Melalui HELIX edisi Idul Adha ini, Program Studi Tadris Biologi UIN Sumatera Utara menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesadaran sosial mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *