Selamat! Prodi Tadris Biologi UINSU Berhasil Masuk Sebagai Finalis QS ImpACT Awards 2026 Lewat Aksi Penanaman Mangrove

Medan, 19 Oktober 2026 – Kabar membanggakan datang dari Program Studi Tadris Biologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan. Program yang mengangkat aksi penanaman mangrove berbasis ekoteologi berhasil masuk sebagai finalis University Sustainability Leadership Award dalam ajang QS ImpACT Awards 2026, sebuah penghargaan internasional yang mengapresiasi inisiatif berdampak bagi pembangunan berkelanjutan.

Proyek berjudul “Mangrove for a Carbon-Free Future: Community Eco-Theological Learning & Coastal Action” ini diusung oleh Ummi Nur Afinni Dwi Jayanti, M.Pd., dosen sekaligus Sekretaris Program Studi Tadris Biologi FITK UINSU Medan. Inisiatif tersebut menggabungkan upaya pelestarian lingkungan pesisir, edukasi masyarakat, dan nilai-nilai ekoteologi sebagai landasan untuk membangun kepedulian terhadap alam.

Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi Program Studi Tadris Biologi karena menunjukkan bahwa kegiatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di tingkat lokal berpeluang memperoleh perhatian di tingkat internasional.

Berawal dari Kuliah Lapangan, Berkembang Menjadi Aksi Konservasi

Inisiatif ini berawal dari kegiatan kuliah lapangan mata kuliah Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup pada Juni 2025 di Pulau Oong, Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. Pengalaman belajar langsung di kawasan pesisir tersebut kemudian dilanjutkan melalui kegiatan Lesehan Ilmiah Mahasiswa Baru pada 4 Oktober 2025.

Dalam pelaksanaannya, program ini bekerja sama dengan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Muara Indah. Kegiatan penanaman mangrove melibatkan 130 mahasiswa, 10 dosen, dan 5 anggota masyarakat dengan jumlah bibit yang ditanam mencapai 200 bibit mangrove.

Keterlibatan dosen, mahasiswa, dan masyarakat menjadi bagian penting dari program ini. Mahasiswa tidak hanya mempelajari fungsi dan manfaat mangrove melalui materi perkuliahan, tetapi juga berpartisipasi langsung dalam upaya pelestarian ekosistem pesisir. Sementara itu, kolaborasi dengan masyarakat membuka ruang untuk membangun kepedulian bersama terhadap keberlanjutan lingkungan di wilayah pesisir.

Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan kawasan pantai, menyerap dan menyimpan karbon, serta menyediakan habitat bagi berbagai organisme. Oleh karena itu, upaya penanaman mangrove menjadi salah satu bentuk aksi lingkungan yang relevan untuk meningkatkan kesadaran mengenai perubahan iklim dan perlindungan ekosistem pesisir.

Mengintegrasikan Konservasi Mangrove dan Nilai Ekoteologi

Keunikan program ini terletak pada pendekatan ekoteologi yang menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan nilai-nilai keagamaan. Alam tidak hanya dipandang sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan, tetapi juga sebagai amanah yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Melalui pendekatan tersebut, kegiatan penanaman mangrove menjadi ruang pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan ilmiah, pembentukan sikap, dan praktik nyata. Mahasiswa diajak memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab ekologis, melainkan juga bagian dari tanggung jawab moral dan sosial manusia.

Program ini sekaligus memperlihatkan penerapan pembelajaran kontekstual dalam kurikulum Tadris Biologi. Pengalaman kuliah lapangan menjadi jembatan antara teori yang dipelajari di ruang kelas dan persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat. Dengan demikian, pembelajaran biologi diharapkan tidak hanya memperkuat pemahaman konsep, tetapi juga menumbuhkan kepedulian dan kemauan mahasiswa untuk terlibat dalam aksi pelestarian lingkungan.

Inisiatif ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action) dan SDG 14 tentang Ekosistem Lautan (Life Below Water). Melalui kegiatan konservasi yang melibatkan masyarakat, program ini berupaya menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan nyata untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Dari Aksi Lokal Menuju Pengakuan Internasional

Terpilihnya proyek ini sebagai finalis QS ImpACT Awards 2026 menjadi capaian membanggakan bagi Program Studi Tadris Biologi FITK UINSU Medan. Pengakuan ini menunjukkan bahwa inisiatif berbasis potensi lokal dapat menjadi bagian dari upaya lebih luas dalam mendorong pendidikan dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui kategori University Sustainability Leadership Award, program ini membawa pesan tentang pentingnya peran perguruan tinggi dalam mengembangkan solusi keberlanjutan melalui pendidikan, kolaborasi, dan keterlibatan masyarakat. Aksi penanaman mangrove yang berangkat dari kegiatan pembelajaran mahasiswa berkembang menjadi sebuah inisiatif yang berpotensi menginspirasi praktik pendidikan lingkungan di tempat lain.

Apabila terpilih sebagai pemenang, inisiatif ini berpeluang memperoleh dana penghargaan atau pendanaan pendampingan sebesar 500 pound sterling untuk mendukung perluasan dampak program. Selain itu, proyek ini berpeluang mendapatkan publikasi melalui platform QS ImpACT dan QS Insights Magazine.

Pemenang QS ImpACT Awards 2026 dijadwalkan diumumkan pada 5–6 Desember 2026 dalam rangkaian Youth Summit di London, Inggris. Dengan demikian, status finalis yang diraih saat ini menjadi langkah penting dalam memperkenalkan kontribusi Tadris Biologi UINSU kepada komunitas keberlanjutan di tingkat internasional.

Apresiasi untuk Kolaborasi dan Kontribusi Bersama

Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan mitra, mahasiswa, dan organisasi mahasiswa yang terlibat dalam pelaksanaannya. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa upaya pelestarian lingkungan membutuhkan partisipasi berbagai pihak agar kegiatan yang dilakukan dapat memberikan manfaat lebih luas.

Program Studi Tadris Biologi menyampaikan terima kasih kepada Bapak Solihin dari Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Muara Indah atas dukungan dan kolaborasinya. Apresiasi juga disampaikan kepada mahasiswa Tadris Biologi angkatan 2021, 2022, dan 2024, yaitu Rifqi Khoir Afdan, Dicky Armanda, Dinda Riris Wulandari, Zia Syamsia Balqis, Citra Partika Dwi, dan Muhammad Irfan, serta seluruh anggota Himpunan Mahasiswa Program Studi Tadris Biologi UIN Sumatera Utara Medan yang turut berkontribusi dalam kegiatan ini.

Partisipasi berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pembelajaran lingkungan yang kolaboratif dan berorientasi pada aksi nyata. Melalui kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat, kegiatan konservasi mangrove diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bentuk pendidikan yang mendorong kepedulian ekologis dan tanggung jawab bersama.

Keluarga besar Program Studi Tadris Biologi FITK UIN Sumatera Utara Medan mengucapkan selamat dan sukses kepada Ummi Nur Afinni Dwi Jayanti, M.Pd., atas terpilihnya proyek “Mangrove for a Carbon-Free Future: Community Eco-Theological Learning & Coastal Action” sebagai finalis QS ImpACT Awards 2026.

Semoga pencapaian ini menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat kontribusi Tadris Biologi UINSU bagi pendidikan, pelestarian lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan, sekaligus menginspirasi lebih banyak pihak untuk mengambil bagian dalam menjaga bumi bagi generasi mendatang.

Informasi lebih lanjut mengenai inisiatif tersebut dapat diakses melalui halaman resmi QS ImpACT yang memuat proyek “Mangrove for a Carbon-Free Future: Community Eco-Theological Learning & Coastal Action”. Proyek ini mengangkat upaya pelestarian mangrove melalui pembelajaran ekoteologi dan aksi masyarakat di kawasan pesisir. Dokumentasi kegiatan juga dapat disaksikan melalui video YouTube untuk memperoleh gambaran lebih lanjut mengenai pelaksanaan program tersebut.

Halaman proyek QS ImpACT: https://qsimpact.org/impact/7IxKqmm5HHVdwuhReALr/mangrove-for-a-carbon-free-future-community-eco-theological-learning-coastal-action

Video proyek: https://youtu.be/RquDeL6y51g?si=yavyr5XXFNKHThws

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *